008. Kaitan Sejarah ke Masa Kini

Memang agak pragmatis, tetapi bila sejarah tinggal di masa lalu, maka ia tak berguna kita pelajari. Kalau sejarah dapat menghidupi kita pada masa kini, maka ia berguna; baik sebagai teladan untuk ditiru maupun peringatan untuk tidak diulangi.

Geotrek Indonesia menggagas acara sarasehan Sabtu besok bukanlah untuk membuat kita bernostalgia dengan masa lalu apalagi memuja-muja tokoh2 ilmuwan perintis seperti Raffles, Junghuhn, Wallace, van Bemmelen dan Katili; bukan untuk itu, tetapi untuk menangkap karakter mental ilmiah mereka, termasuk segala rintangan dan kesulitan yang mereka hadapi agar menjadi teladan buat kita pada masa kini yang hidup di dunia yang tantangannya lain, tetapi karakter mental akan tinggal tetap.

Karena itu, kaitkanlah selalu sejarah kepada masa kini supaya kita dapat belajar dari masa lalu untuk masa kini dan masa depan. Berikut ini sebuah contoh anakronisme bila kita tinggal terkurung dalam sejarah masa lalu.

Ini gambaran Stamford Raffles tentang orang Jawa yang ditulisnya dalam bukunya yang terkenal, “History of Java” (1817): ‘Orangpribumi yang tenang, sedikit bertualang, tak mudah terpancing melakukan kekerasan atau pertumpahan darah.” Bila Raffles hidup pada masa sekarang, tentu dia akan menghapus kata-kata yang menerangkan prototipe orang Jawa begitu. Sebab, atas nama isu atau hasutan saja, termasuk yang dibingkai agama, orang-orang di Jawa sekarang mudah melakukan kekerasan atas atau menumpahkan darah sesamanya. Bagaimana kalau Raffles hidup di era akhir 1965 dan 1966 saat di Jawa terjadi begitu banyak pembantaian atas nama pembersihan dari G30S, saat begitu banyak orang dibantai, dibunuh, termasuk mayat2nya bergelimpangan di candi-candi yang ditemukan dan dibuka Raffles. Bagaimana pula bila Raffles tahu bahwa puncak Arupadathu Borrobudur dibom pada tahun 1985 atas nama kesucian agama membersihkan dari berhala. Jawa sekarang ternoda oleh kengerian. Bukan gambaran seperti yang ditulis Raffles hampir 200 tahun yang lalu.

Itulah pentingnya kita tidak tinggal terkurung di masa lalu di nostalgia sejarah. Sejarah harus menjadi pelajaran buat kita, baik dan buruknya. Selamat mengikuti sarasehan besok dan tangkaplah maknanya buat kita di masa kini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s