027. Perjumpaan dengan “Nibiru”, Kalender Maya & Kataklismik 2012  

Oleh: Awang Harun Satyana

 

Melengkapi isu Kiamat 2012 dan berhubungan dengan tulisan analitik mas Ma’rufin Sudibyo, berikut latar belakang sejarah penemuan planet Nibiru berdasarkan arkeo-astronomi dan hubungannya dengan kalender Maya dan isu kiamat 2012.

ZECHARIA SITCHIN & ARKEOASTRONOMI

Zecharia Sitchin adalah seorang sarjana ekonomi lulusan University of London. Daripada sibuk dengan hitungan-hitungan keuangan, Sitchin sibuk sekali dengan pekerjaan2 “arkeoastronomi”. Arkeoastronomi adalah ilmu astronomi atau mungkin lebih cocok astrologi, yang didasarkan kepada penemuan-penemuan arkeologi. Pengetahuan ini, belum diakui mainstream astronomi sebagai sains. Bahkan ada yang menyebutnya pseudosains.

Kalau ahli2 ekonomi biasanya ditemukan di kampus, bank, kantor akuntan, atau perusahaan, maka Sitchin lebih sering ditemukan di kompleks-kompleks ekskavasi arkeologi di Timur Tengah. Dengan kemampuannya memahami bahasa2 kuno Ibrani, Sumeria dan Babilonia, Sitchin lancar menafsirkan artefak2 yang ditemukannya di banyak tempat di Timur Tengah.

Semua pekerjaannya itu ditulis di dalam buku supertebal “Earth Chronicles” (semuanya ada 6 volume,1976-1998, Avon Books). Membacanya, melelahkan tetapi dapat membuat kita berdebar, tercengang dengan berbagai hipotesis “luar biasa” yang diajukannya. Mungkin ini ciri tersamar pseudosains, suka mengeluarkan konsep-konsep atau kesimpulan2 luar biasa (exaggerated), dibandingkan mainstream sains pada umumnya.

ANUNNAKI: YANG TURUN DARI LANGIT KE BUMI –TRADISI SUMERIA

Nama Sitchin identik dengan “Nibiru”. Nibiru adalah temuan Sitchin paling spektakular. Beginilah ringkasan hipotesis ringkas Sitchin. Nibiru adalah sebuah planet pengembara, Sitchin menyebutnya planet ke-10 Tata Surya (meskipun sekarang Tata Surya punya 8 planet karena Pluto dikeluarkan). Ia pernah mendekati Bumi ribuan tahun yang lalu, kemudian mengajari penduduk Bumi berbagai ketrampilan tingkat tinggi sehingga penduduk Bumi mampu mendirikan bangunan-bangunan hebat pada masanya yang susah terpikirkan bila hanya dilakukan mereka, misalnya piramida di Mesir, zigurat di Sumeria atau Stonehenge di Inggris. Lalu Nibiru lenyap kembali dan ia akan datang lagi suatu waktu nanti.

Dikisahkan oleh Sitchin bahwa planet ini dihuni kaum cerdas bernama Nefilim yang dijuluki Anunnaki. Mereka adalah kaum ‘ancient astronauts’ yang pernah mengunjungi Bumi untuk mencari emas. “Nefilim” atau “Anunnaki” adalah dewa2 junjungan bangsa Sumeria. Saat mereka datang ke Bumi, mereka berhadapan dengan peradaban kuno di Bumi. Mereka datang dengan misi damai dan mengajarkan kecerdasan awal kepada bangsa2 purba di Bumi. Bagaimana membuat ziggurat, mengangkat batu2 besar seperti di Stonehenge, menulis, misalnya adalah kecerdasan2 yang diajarkan oleh para Nefilim. Anunnaki dalam bahasa Sumeria artinya “yang turun dari Langit ke Bumi”.

NIBIRU AKAN DATANG LAGI: 21 DESEMBER 2012 (?)

Lalu apa hubungan antara Nibiru dengan Kalender Maya dan dengan Desember 2012 ? Ini bisa dilihat kaitannya di dalam buku “2012 : Appointment with Marduk” (Burak Eldem, 2003 –Inkilap Publishing). Marduk adalah nama Babilonia untuk Nibiru. Penulis Turki ini mencoba menyempurnakan hipotesis Zecharia Sitchin. Eldem mengemukakan hipotesis bahwa bangsa2 kuno2 lainnya mendapatkan pengetahuan dari para Nefilim pada saat Nibiru datang ke Bumi pada 3114 SM yang dimulai dengan bencana global atau mulainya peradaban baru. Berdasarkan periode siklusnya, Nibiru akan datang lagi ke Tata Surya pada 21 Desember 2012 dan akan mengadakan perubahan besar kepada Bumi, sebagaimana yang pernah dilakukannya pada 3114 M.

NASA: TAK ADA PLANET NIBIRU (!)

Temuan Sitchin tentang Nefilim ini segera memicu perdebatan sampai sekarang di kalangan para ahli astronomi, arkeologi, teologi, dan spesialis bahasa-bahasa kuno. Mayoritas mainstream sciences menolak keberadaan planet Nibiru, termasuk NASA. Tak akan ada perjumpaan Bumi dengan Nibiru, tulisnya. Mainstream astronomy tak mengakui arkeo-astronomi, sebagaimana ia juga tak mengakui astrologi. Tetapi para pembela arkeo-astronomi mengklaim bahwa justru arkeo-astronomi bisa menjawab persoalan2 yang tak bisa dipecahkan oleh astronomi modern. Yang jelas, penemuan2 Zecharia Sitchin mendapat sambutan luas dikalangan ufologists, ancient astronaut theorists, dan conspiracy theorists (teori konspirasi).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s