028. Bumi yang Hidup: Kebetulan atau Dirancang?

 

Aku menetapkan perjanjianKu dengan aturan langit dan bumi…. (Yeremia 33:25)

Tahun lalu, saya diundang memberikan ceramah di depan persekutuan mahasiswa Kristen di Jatinangor yang mengambil jurus
an2 sains. Mahasiswa2 sains seperti di jurusan biologi atau geologi mutlak mempertahankan imannya ketika berhubungan dengan publikasi-publikasi sains yang beberapa publikasinya ditulis oleh kelompok ekstrem kiri yang ateistik atau kelompok ekstrem kanan yang kreasionis. Baik ateistik maupun kreasionis bukanlah suatu kebenaran. Ateistik meniadakan Tuhan dalam Alam Semesta, sementara kreasionis meniadakan proses-proses alamiah dalam Alam Semesta, seolah semuanya dihasilkan oleh Tuhan sejak semulanya.

Misalnya, ateistik mendukung evolusi, kreasionis meniadakan evolusi. Apakah semua penganut evolusi itu ateis? Tentu tidak. Saya penganut teori evolusi sebab saya melihat buktinya, tetapi saya bukan seorang ateis. Saya tidak akan menjadi geologist yang baik kalau saya tidak mengakui dan mempercayai evolusi. Iman saya tidak terganggu dengan saya memercayai atau meneliti soal evolusi.

Berikut keajaiban posisi Bumi dan rancangannya, yang menunjukkan bahwa Bumi itu diciptakan dengan Intelligent Design, bukan terjadi serampangan, tetapi dirancang secara ajaib.

POSISI BUMI DI ZONA LAYAK HUNI GALAKSI BIMA SAKTI

Bumi terletak di zona layak-huni galaksi Galaksi Bima Sakti. Zona ini letaknya 28.000 tahun cahaya dari pusat galaksi, mengandung unsur-unsur kimia dalam kadar yang tepat bagi kehidupan. Terlalu jauh, unsur-unsur menjadi langka; terlalu dekat, berbahaya oleh kompleks radiasi. Bumi terletak di zona layak-huni sekitar bintang, yaitu sekitar 150 juta km, membuatnya tidak kepanasan atau kedinginan; orbitnya yang hampir bundar membuat jaraknya dengan Matahari hampir sama setiap tahun. Matahari adalah sumber tenaga yang sempurna bagi Bumi karena kestabilannya, ketepatan ukurannya, ketepatan jumlah energi yang dikeluarkannya. Matahari adalah bintang yang sangat istimewa.

BULAN MENSTABILKAN ROTASI BUMI

Bulan adalah tetangga terbaik kita, ukurannya kira-kira ¼ Bumi. Ukuran yang pas untuk Bumi, dibanding kan dengan satelit-satelit lainnya, bulan paling besar relatif terhadap planet yang dikitarinya. Bulan menyebabkan pasang dan surut air laut yang penting bagi ekologi Bumi. Bulan menyebabkan kestabilan rotasi Bumi pada porosnya. Tanpa Bulan, Bumi akan berotasi secara goyah seperti gasing. Bila Bumi jatuh seperti gasing dan berputar di sisinya, maka akan muncul perubahan iklim, pasang surut dan perubahan ekstrem lainnya yang akan membawa bencana.

KEMIRINGAN YANG TEPAT

Kemiringan Bumi sebesar 23,5° menyebabkan siklus musim tahunan, menyeimbangkan suhu, dan memungkinkan adanya berbagai zona iklim. Kemiringan poros planet kita sangat tepat. Lamanya siang dan malam sangat tepat oleh rotasi Bumi. Jika masa rotasi Bumi lebih panjang, satu sisi Bumi akan hangus, sisi yang lain akan beku. Sebaliknya bila rotasi lebih cepat, maka akan terjadi angin badai yang tak kenal henti.

MEDAN MAGNETIK & ATMOSFER: PERISAI BUMI

Angkasa luar adalah tempat berbahaya yang penuh dengan radiasi mematikan dan meteoroid. Namun, planet biru kita terbang melintasinya tanpa mengalami kerusakan berarti. Mengapa? Karena Bumi diselubungi dua pelindung yang menakjubkan: medan magnet yang sangat kuat dan atmosfer yang dirancang secara khusus. Medan magnet Bumi berasal dari bagian dalam Bumi membentang jauh ke angkasa luar, membentuk perisai tak kasat mata bernama magnetosfer. Perisai ini melindungi Bumi dari radiasi kosmik dan partikel-partikel berbahaya dari Matahari: angin Matahari yang melempar partikel-partikel bermuatan listrik, ledakan Matahari yang energinya setara dengan milyaran bom-H hanya dalam beberapa menit, dan pelontaran massa korona. Materi berbahaya dari Matahari ditangkal dan ditangkap perisai magnetik Bumi dan dibawa ke ujung-ujung Bumi (kutub) menghasilkan aurora.

Atmosfer Bumi memberikan perlindungan tambahan. Lapisan stratosfer mengandung ozon yang menangkal 99 % radiasi ultraviolet yang membahayakan kehidupan di Bumi. Atmosfer Bumi juga membakar sebagian besar meteorid kecil dan besar sehingga tidak menghantam Bumi yang dapat membahayakan kehidupan. Meskipun melindungi Bumi dari radiasi UV dan meteoroid, atmosfer tidak menghalangi Bumi dari radiasi yang penting, bahkan atmosfer membantu turut menyebarkan panas Matahari ke seluruh bola Bumi. Atmosfer Bumi pada malam hari berfungsi sebagai selimut yang memperlambat hilangnya panas.Air adalah mutlak untuk kehidupan.

LAUTAN: “STABILIZER”

Sekitar 70 % wilayah Bumi diduduki lautan. Lautan menyimpan panas dalam jumlah besar tanpa peningkatan suhu yang berarti, sehingga turut menyeimbangkan iklim. Air mengembang ketika membeku, sehingga es mengapung. Seandainya air memadat waktu membeku, danau, sungai dan lautan akan mengeras sehingga membekukan segala isinya. Air dan atmosfer Bumi bekerja sama secara terus-menerus bertukar panas, air dan gas dalam bentuk gelombang dan angin, mengalirkan panas dari daerah tropis ke daerah kutub menyeimbangkan suhu bola Bumi. Dan dari lautanlah asal mula kehidupan.

Mungkinkah kecerdasan seperti ini hanyalah kebetulan, atau apakah itu menunjukkan rancangan yang ajaib dan bertujuan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s