037. Back to Basic 1 – Indonesia Secara Umum Bukan “Island Arc”

Oleh: Awang H. Satyana

 

The basis is the most important thing.

Harus dibedakan dengan jelas antara island arc, yang sering diterjemahkan sebagai busur kepulauan dan continental arc, yang padanannya dalam istilah geologi bahasa Indonesia tidak biasa kita jumpai. Saya terjemahkan saja continental arc sebagai busur benua.

Orang umum menyebut Indonesia sebagai busur kepulauan, baik yang menyebutnya itu geologist maupun nongeologist. Menurut hemat saya, ini sebuah kekeliruan kalau kita tahu dengan jelas perbedaan kejadian antara busur kepulauan dan busur benua.

Island arc atau busur kepulauan adalah jalur gunungapi/volkanik yang terbentuk ketika lempeng samudera bertemu dengan lempeng samudera yang lain, kemudian yang satu menunjam (subducted plate) miring di bawah yang lain, lalu pada lempeng samudera yang tidak menunjam (overriding plate) terbentuk jalur gunungapi hasil peleburan sebagian lempeng samudera yang menunjam dan mantel di sekitarnya pada kedalaman 100-150 km.

Continental arc atau busur benua adalah jalur gunungapi/volkanik yang terbentuk ketika lempeng samudera bertemu dengan lempeng benua, kemudian lempeng samudera menunjam miring di bawah lempeng benua, lalu pada lempeng benua (sebagai overriding plate) terbentuk jalur gunungapi hasil peleburan sebagian lempeng samudera yang menunjam dan mantel di sekitarnya pada kedalaman 100-150 km.

Mari kita lihat jalur gunungapi di Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi Barat. Jalur gunungapi ini terbentuk di tepi lempeng benua Eurasia, maka pulau2 Sumatra, Jawa, Bali, dan Sulawesi Barat bukanlah busur kepulauan, melainkan pulau2 busur benua, continental arc.

Sementara, jalur gunungapi di Lombok, Sumbawa, Flores, Alor, Wetar sampai gunungapi di tengah Laut Banda yang membentuk Busur Banda itu, lalu gunung2api di Sulawesi Utara, dan gunung2 api di Halmahera, itulah yang sesungguhnya merupakan pulau2 busur kepulauan, island arc, sebab lempeng samudera bertemu dengan lempeng samudera di wilayah2 ini.

Apakah penting membedakan secara ketat antara busur kepulauan dengan busur benua. Tentu saja, sebab kalau tidak, saya tak akan memerlukan menulis hal ini.

Sifat magma busur kepulauan akan cenderung bersifat mafic-intermediate atau basa- menengah; tetapi sifat magma busur benua akan cenderung bersifat intermediate-silicic atau menengah- asam. Dan perbedaan jenis magma ini akan berpengaruh kepada aktivitas gunungapi dan mineralisasi, artinya akan punya implikasi ke masalah kebencanaan dan mineral ekonomik. Maka membedakannya dengan jelas, dan memahaminya secara mendasar menjadi penting.

Keliru memahami dasarnya, fondasinya, akan runtuhlah semua pemahaman yang dibangun di atasnya, sekalipun pemahaman yang canggih. The basis is the most important thing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s