231. Naik KRL (Ditulis dari stasiun Cikini-stasiun Bogor)

 

Oleh: Awang H. Satyana

Siang ini, dari Mangga Besar ke Bogor saya berkereta rel listrik (KRL). Nyaman sekali naik KRL hari Sabtu, masih pagi ketika naik, naik tak jauh dari stasiun awal berangkat (Kota), di bulan Puasa. Kereta longgar, saya dapat duduk, AC kereta pun kuat. Ini mirip 19 tahun lalu. Maka saya pun melamunkan pengalaman saya naik KRL.

Tak terasa saya menua bersama angkutan massal ini. Pindah dari Balikpapan tahun 1995, saya memilih tinggal di Bogor. Kantor saat itu di Pertamina seberang Gambir. Kenapa saya memilih Bogor karena antara lain ada jalur KRL dari Bogor ke Gambir.

Maka 19 tahun sudah saya setiap subuh-pagi dan sore-malam menghabiskan waktu di gerbong-gerbong KRL dari Bogor-Jakarta dan Jakarta-Bogor. Hampir 20 tahun bukan waktu yang singkat. Itu waktu yang memberikan kesempatan kepada saya untuk menyaksikan semua perubahan yang terjadi pada KRL dalam 20 tahun: dari kereta kelas sayur, kelas ekonomi, kelas ekpres AC, kelas commuter.

Dua puluh tahun naik kereta membuat saya hafal di stasiun mana saat itu KRL tengah berhenti meskipun saya sedang menutup mata tidur-tiduran. “Bunyi udara” lain setiap masuk ke stasiun tertentu. Ini susah dijelaskan, karena banyak melibatkan indera dan perasaan.

Di KRL, banyak buku yang saya selesaikan membacanya. Setahun biasanya saya menyelesaikan membaca sekitar 40 buku. Bukan jumlah yang banyak karena saya hanya membacanya saat pergi dan pulang di KRL saja.

Sekitar lima tahun lalu, kantor saya saat itu, BPMIGAS, memberikan fasilitas mobil buat saya. Saya menerimanya, tetapi mobil hanya saya kendarai seminggu sekali. Saya lebih tahan berdiri empat jam sehari di kereta tetapi bisa membaca buku atau berpikir, daripada lima jam macet di jalanan dan harus waspada terus karena memegang setir. Kebiasaan berdiri di kereta juga membuat saya bisa berdiri sambil tidur, juga memberi kekuatan buat saya berdiri delapan jam sehari selama lima hari berturut-turut bila saya sedang mengajar kelas kursus.

Dua tahun lalu, kantor saya yang sekarang, SKK Migas, memberikan fasilitas mobil yang lebih tinggi standarnya juga sopirnya. Saya menolaknya sebab buat apa mobil bagus dengan sopir pribadi kalau saya hanya seminggu sekali menggunakannya. Sewaktu ditugaskan sebagai seorang VP di Pertamina pun saya tetap ber-KRL dan ber-metro mini.

Kawan-kawan saya dulu, 19-10 tahun lalu, yang pergi dan pulang bersama-sama saya dengan KRL kini langka saya temui, mereka kebanyakan sudah bermobil, baik mengendarai sendiri atau diantar sopir. Saya pun mungkin sepantasnya sudah begitu. Tetapi apa yang menurut orang pantas untuk saya, belum tentu menurut saya pantas untuk saya. Dan saya biasanya mengikuti apa yang hati saya katakan.

Walaupun saya sudah berposisi setingkat Ka Divisi, dan melapor langsung ke Kepala SKK Migas, saya tak pernah menganggap diri sebagai seorang pejabat. Saya akan selamanya menganggap diri sebagai GEOLOGIST INDONESIA. Dan saya lebih nyaman berdiri empat jam di kereta, berusaha terus membaca dan berpikir keras tentang geologi Indonesia, daripada jatuh tertidur pulas tak membaca dan berpikir di mobil yang nyaman karena disopiri seorang sopir.

Dari dulu saya berpikir bahwa menjadi geologist dibutuhkan fisik dan mental yang kuat. Rasanya KRL telah dan akan mendidik saya untuk begitu. Hampir 20 tahun di kereta telah membuat saya banyak menemukan ide2 menulis paper dan memelajari bahan-bahannya.

Kalau sekarang Menteri ESDM menghimbau untuk menghemat BBM, saya sudah menjalankannya dari 20 tahun yang lalu dengan dominan berkendaraan umum.

Kini KRL tidak nyaman buat dinaiki pada jam2 sibuk. Fisik saya pun tidak sekuat 20 tahun lalu. Namun masih ada mental yang kuat yang membuat saya bertahan. Saya akan mengikutinya sampai suatu hari nanti saya akan berhenti.***

231_1

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s