246. Jangan Sepelekan Geologi Sejarah

Oleh: Awang H. Satyana

jangansepelekan-1

“Want alleen degelijke kennis van het verleden kan de grondslag vormen waarop een voorspoedige toekomst gevestigd kan worden.” (Peter Marks, 1979).

“Sebab hanya dengan pengetahuan masa lalu yang mendalam, dasar-dasar masa depan yang makmur dapat diletakkan.”

————————————————-
Beberapa hari yang lalu, kawan senior saya, Pak Han – Dr. J.T. (Han) van Gorsel, pensiunan micropaleontologist yang pernah bekerja di Indonesia untuk oil company, mengirimi saya dari Houston dua materi tentang Peter Marks, ahli paleontologi dan geologi sejarah yang pernah bekerja di Indonesia pada tahun 1950-an.

Setelah pensiun, Pak Han aktif mengumpulkan dan mendaftarkan literatur-literatur geologi Indonesia dari yang paling lama sampai yang paling baru. Sehingga bila saya sedang mencari sebuah literatur dan sulit menemukannya, saya biasanya menghubungi Pak Han. Beberapa tahun yang lalu, saya pernah membantunya juga memberikan judul-judul publikasi geologi yang muncul di pertemuan-pertemuan ilmiah tahunan di Indonesia, khususnya pertemuan IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) dan HAGI (Himpunan Ahli Geofisika Indonesia).

Sekitar dua minggu yang lalu seorang teman dari Sangiran menanyakan kepada saya apakah saya punya publikasi tentang Peter Marks. Kebetulan di Sangiran sedang dibuat suatu panel informasi tentang Peter Marks yang pernah bekerja dengan ahli paleontologi ternama penemu fosil-fosil Homo erectus di Sangiran, von Koenigswald. Saya hanya punya buku Geologi Sejarah tulisan Peter Marks yang disatukan dengan Geologi Umum Pak Katili (1963), tetapi tentang biografinya tak punya. Maka itulah saya menghubungi Pak Han.

————————————————-

Satu publikasi yang ditulis Peter Marks (1979) dikirimkan Pak Han, berjudul “100 Jaar Geologisch Onderzoek aan de Rijkuniversiteit Utrecht (1879-1979)”. Artikel ini bercerita tentang sejarah 100 tahun pendidikan-penyelidikan geologi di Rijkuniversiteit Utrecht. Ada satu kalimat yang menarik saya dalam artikel itu yang saya jadikan kata-kata penting di tulisan ini seperti saya tulis di atas:

“Want alleen degelijke kennis van het verleden kan de grondslag vormen waarop een voorspoedige toekomst gevestigd kan worden.” – Sebab hanya dengan pengetahuan masa lalu yang mendalam, dasar-dasar masa depan yang makmur dapat diletakkan.

Dalam geologi, masa lalu itu dipelajari dalam geologi sejarah. Sebagai ahli geologi sejarah dan paleontologi, tepat sekali Peter Marks mengatakan itu. Peter Marks ingin mengatakan bahwa bila sejarah geologi/ geologi sejarah dipahami dengan baik maka kemakmuran masa depan bisa diletakkan.

Apakah ini berlebihan sebab Peter Marks adalah seorang pengajar dan ahli geologi sejarah sehingga dia berkata begitu? Saya pikir tidak. Katakanlah kemakmuran itu berhubungan dengan sumberdaya geologi (dalam hal ini kekayaan mineral dan energi). Apakah kejadian mineralisasi dan akumulasi minyak dan gas dipengaruhi oleh sejarah geologi? O tentu saja, sangat dipengaruhi.

————————————————-

Saya sendiri dalam kelas-kelas kursus petroleum system analysis atau diskusi-diskusi selalu mengatakan, bila kita ingin sukses mencari akumulasi minyak/gas “key words”-nya adalah: USE 3G (GEOLOGY, GEOPHYSICS, GEOCHEMISTRY) AND THINK HISTORICALLY. Semua elemen dan proses geologi yang berperan dan berfungsi agar terjadi akumulasi minyak/gas itu berhubungan dengan sejarah geologi atau geologi sejarah.

Kita harus berpikir bagaimana bahan-bahan organik sumber migas itu dulu mengendap, di daerah mana, dan bagaimana pengawetan organiknya. Kita harus berpikir bagaimana pengendapan sedimen yang kelak akan jadi batuan reservoir penyimpan migas. Terus kita harus bisa bayangkan tempat batuan induk itu mengendap tenggelam lalu mematangkan zat-zat organik yang dikandungnya menjadi migas. Di lain tempat kita bayangkan juga ada proses-proses geologi yang bekerja membentuk perangkap-perangkap migas, misalnya ada lapisan batupasir yang terlipat, terpatahkan. Lalu kita bayangkan pula migas mengalir dari batuan induk ke perangkap, sampai akhirnya terjebak di situ, dan di jebakan itulah yang akan kita bor. Nah, semua yang kita bayangkan itu adalah proses-proses yang berlangsung pada masa lalu, jutaan tahun yang lalu, dalam sejarah geologi.

Saya juga pernah berkata bahwa kejadian minyak/gas itu sejak dari pengendapan batuan induk kaya organik, sampai minyak/gasnya terjebak di perangkap, 99 % terjadi pada masa lalu, jutaan tahun yang lalu. Perangkap itu paling tidak harus sudah terisi paling terlambat 5-3 juta tahun yang lalu agar volumenya yang terperangkap ekonomis. Dan, 99 % masa lalu itu adalah sejarah geologi atau geologi sejarah. Celakalah para eksplorasionis pencari minyak kalau ia tak berpikir sejarah geologi dalam mencari minyak.

Maka kalau Peter Marks berkata bahwa bila kita memahami sejarah geologi dengan baik, berarti dasar-dasar kemakmuran masa depan dapat diletakkan, itu tidak berlebihan.

————————————————-

Tetapi masalahnya adalah pelajaran geologi sejarah di perguruan tinggi sering diabaikan atau dipandang sebelah mata, seolah-olah itu dongeng saja. Bobot SKS-nya pun kecil (2 SKS saja pada zaman saya kuliah dulu hampir 30 tahun yang lalu). Mahasiswa-mahasiswa geologi umumnya lebih bersemangat belajar sedimentologi, stratigrafi, geologi struktur, geologi minyak dan gas Bumi, dan kuliah-kuliah lain yang tak bersifat mendongeng seperti sejarah geologi. Masalahnya, dalam sejarah geologi diceritakan riwayat Bumi dari sejak terbentuknya sampai sekarang di seluruh bagiannya, evolusi pegunungan, samudera, benua, dan evolusi makhluk hidupnya. Seperti pelajaran sejarah yang juga mendongeng. Dosen-dosen sejarah geologi juga kebanyakan mendongeng, padahal pelajaran-pelajaran lain banyak pergi ke lapangan yang menyenangkan para mahasiswa. Maka geologi sejarah tidak sepopuler yang lain. Mahasiswa suka bangga bila oleh teman-temannya dijuluki jago struktur, jago sedimentologi.

Tak ada yang jago geologi sejarah… Padahal, untuk memahami geologi sejarah dengan baik itu harus memahami banyak ilmu di geologi. Karena geologi sejarah membahas semua proses perubahan yang dialami Bumi baik di permukaan maupun bawah permukaannya, maka ilmu-ilmu stratigrafi, tektonik, geologi struktur dan paleontologi mutlak dikuasai dulu. Artinya disiplin geologi sejarah itu sebenarnya aplikasi banyak ilmu dasar di geologi. Sehingga aneh rasanya bila sejarah dipandang sebelah mata padahal kompleks.

————————————————-

Coba perhatikan apa kata Wikipedia ini tentang sejarah geologi/ geologi sejarah (huruf besar penekanan dari saya):

“Economic geology, the search for and extraction of energy and raw materials, IS HEAVILY DEPENDENT ON AN UNDERSTANDING OF THE GEOLOGICAL HISTORY OF AN AREA. Environmental geology, including most importantly the geologic hazards of earthquakes and volcanism, MUST ALSO INCLUDE A DETAILED KNOWLEDGE OF GEOLOGIC HISTORY.

Saya kalau diminta mencari minyak ke satu wilayah, yang akan saya pelajari pertama kali adalah sejarah geologi wilayah itu, sebab kejadian minyak itu melibatkan proses-proses sejarah geologi.

Maka , jangan lagi abaikan geologi sejarah, pelajari dengan baik, sebab ia memegang kunci kemakmuran masa depan, seperti kata Peter Marks. Mulailah dengan memperhatikan kuliahnya, belilah buku-buku tentang geologi sejarah, sejarah Bumi, yang baik.***

JanganSepelekan-2

JanganSepelekan-3

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s